Keluhan (bagian I)

fin.co.id, 26-10-2022, melaporkan keluhan Pelatih Manchester City (MC), Pep Guardiola. Awal berita itu berbunyi: Pep Guardiola mengeluh setelah laga Dortmund vs Manchester City yang berakhir imbang 0-0. Mengapa dia mengeluh? Karena Riyad Mahrez gagal mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Dortmud. Konon, setelah mengambil kepelatihan MC, Pep mencatat MC sudah 25 gagal mencetak gol dari titik putih dari 80 penalti di seluruh kompetisi. Statistik ini sangat berarti buat Pep. Pengakuan masyarakat terhadap reputasi Pep seolah-olah memiliki rumpang. Bagaimana kita harus memaknai keluhan ? Bukankah keluhan bisa dirasakan menusia biasa? Ketika harapan tidak terpuaskan, tanpa sadar mereka mengeluh. Tatkala rencana tidak berjalan lancar, mereka langsung mengeluh. Mengeluh seakan-akan menjadi hal yang biasa. Namun, Allah melarang hamba-Nya mengeluh, sebagaimana firman-Nya: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al Ankabut: 2). Maka kita akan selalu diuji. Kalau sudah begini, kita hadapi saja ujian dengan penuh penahanan diri.  Tentu saja pelaksanaannya tidak semudah membalik telapak tangan (bersambung).

(14/11/2022).

Author: Ana Nadhya Abrar

Gagal menjadi jurnalis profesional, tapi berhasil meraih jabatan profesor jurnalisme. Itulah peruntungan hidup Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D. yang dikukuhkan sebagai guru besar Jurnalisme di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 10 Maret 2022. Di samping mengajar jurnalisme, dia juga rajin menulis. Selain ratusan artikel dan kolom untuk media massa, dia juga telah menulis dan menyunting puluhan buku. Penulisan biografi adalah spesialisasinya sebagaimana tergambar dari pidato pengukuhannya sebagai guru besar dengan judul “Menarik Garis Batas Jurnalisme dalam Penulisan Biografi”. -Hasril Caniago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *