Mendayagunakan Kemampuan Otak

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi, dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan (QS. Ali ‘Imran: 109). Maka kita tak perlu menggerutu kalau kehilangan harta. Kita tak perlu menyesal telah mengalami musibah. Kita bahkan tak perlu putus asa dengan bencana alam yang menelan ribuan korban jiwa. Semua itu sudah pulang kepada pemiliknya yang sah. Kita pun suatu saat kelak akan kembali ke haribaan-Nya. Namun, kita perlu mengambil hikmah dari semua ketidaknyamanan itu.  Untuk apa? Mendidik diri agar tidak sombong. Kalau dibandingkan dengan Arasy Allah, bumi yang kita tempati ini konon hanya sebesar biji pasir. Lalu, apa sebenarnya pegangan kita dalam menjalani kehidupan ini? Utamanya, mendayagunakan kemampuan otak. Soalnya, otak bisa: (i) menyimpan informasi hampir tidak terbatas, (ii) mentransfer informasi dengan kecepatan 431 km per jam, (iii) memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya, (iv) menilai seseorang secara akurat hanya dalam 0,1 detik, dan (v) menggambarkan secara kasar keadaan di sekitar kita.

(16/10/2022)

Author: Ana Nadhya Abrar

Gagal menjadi jurnalis profesional, tapi berhasil meraih jabatan profesor jurnalisme. Itulah peruntungan hidup Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D. yang dikukuhkan sebagai guru besar Jurnalisme di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 10 Maret 2022. Di samping mengajar jurnalisme, dia juga rajin menulis. Selain ratusan artikel dan kolom untuk media massa, dia juga telah menulis dan menyunting puluhan buku. Penulisan biografi adalah spesialisasinya sebagaimana tergambar dari pidato pengukuhannya sebagai guru besar dengan judul “Menarik Garis Batas Jurnalisme dalam Penulisan Biografi”. -Hasril Caniago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *