Di Balik Danau Laut Tawar

Inilah Danau Laut Tawar. Terhampar di Dataran Tinggi Gayo. Luasnya konon 5.472 hektar. Ia menjadi tempat wisata bagi orang Aceh. Di sisi baratnya terdapat Takengon, ibu kota Aceh Tengah. Sebagian besar penduduknya merupakan suku Gayo, yang dikenal sebagai pedagang. Pemandangan ke arah danau sangat indah. Sekalipun didera panas terik, memandang ke tengah danau selalu menyenangkan. Udaranya selalu sejuk. Maka kenikmatan yang dirasakan menyusup lewat mata masuk ke dalam hati. Kebahagiaan pun datang menjelma. Namun, Danau Laut Tawar tidak terjadi dengan sendirinya. Allah yang berkehendak Danau Laut Tawar ada. Ini sesuai dengan firman-Nya: Sesungguhnya di langit dan di bumi ada bukti-bukti (kekuasaan Tuhan), bagi orang-orang yang beriman (QS. Al Jasiyah: 3). Inilah yang ada di balik Danau Laut Tawar itu. Ini pula yang perlu dibaca dan ditadaburi. Agar kita tetap menyembah-Nya. Kalau sudah begini, kita akan terpelihara dari kejahatan, sebagaimana firman-Nya: Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu, supaya kamu terpelihara dari kejahatan (QS. Al Baqarah: 21).

(19/10/2022)

Author: Ana Nadhya Abrar

Gagal menjadi jurnalis profesional, tapi berhasil meraih jabatan profesor jurnalisme. Itulah peruntungan hidup Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D. yang dikukuhkan sebagai guru besar Jurnalisme di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 10 Maret 2022. Di samping mengajar jurnalisme, dia juga rajin menulis. Selain ratusan artikel dan kolom untuk media massa, dia juga telah menulis dan menyunting puluhan buku. Penulisan biografi adalah spesialisasinya sebagaimana tergambar dari pidato pengukuhannya sebagai guru besar dengan judul “Menarik Garis Batas Jurnalisme dalam Penulisan Biografi”. -Hasril Caniago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *